Di bilangan belasan tahun. Dua manusia bersentuh cinta. Dengan mengatasnamakan Tuhan, maunya isi dunia semua berpihak pada mereka. Ibarat satu mimpi, yang tak nyata hendak dikatakan benar.

Tak sadar cinta bisa karam. karena orang tua ikut mencampuri. Dengan mengatasnamakan Tuhan, dibikinnya larangan yang beralaskan perbedaan agama. Seakan dengan begitu: ada dua dunia dua surga.

Memang Tuhan berapa, jika dua agama berbeda?



DUA DUNIA DUA SURGA, mengisahkan tentang itu, tentang dua remaja yang bersikeras dalam cinta, tapi bersikeras juga dengan keyakinan masing-masing. Siapa yang salah jika di antara dua anak manusia yang hadir dengan mengatasnamakan cinta ini, tiba-tiba karam karena agamanya berbeda?

Dua anak itu lantas mempersoalkan satu tawaran:

"Orang tua bolehs saja larang
Tapi jangan campuri soal selera
Urusan keyakinan boleh beda
Asal jangan runcingkan agama
Soalnya Tuhan cuma satu."